PENGABURAN KESADARAN (BLURING AWARNESS)

Madiun – Selasa, 16 Januari 2018 Bapas Madiun kembali mengadakan bimbingan kepribadian untuk 25 orang klien dengan mengambil tema “Pengaburan Kesadaran” (Bluring awarness) bertempat di ruang konseling Bapas pada pukul 09.00 s/d 11.30 wib. Dan selaku pembawa acara adalah psikog dari Bapas Madiun yaitu Agus Purwanto. 

“Kita semua mengetahui dan mengakui bahwa Tuhan telah memberi anugerah yang luar biasa dari setiap pribadi berupa kapasitas-kapasitas yang unik dan indah”, ujar Agus memulai pembicaraan.

“Fenomena yang sering terjadi kepada seseorang ketika menghadapi suatu masalah atau dalam kondisi stres, terhimpit, tertekan, melalui hari-hari yang sulit akan membuat kapasitas diri tersebut menjadi lenyap”, lanjut Agus.

Kemanakah gerangan kapasitas diri tersebut dan bagaimanakan memunculkannya??

Sebenarnya kapasitas siri tidak pernah lenyap pada diri seseorang, yang terjadi hanya pengaburan kapasitas karena tertutup oleh berbagai masalah dan emosional yang dihadapi oleh seseorang.

Tidak ada seseorang yang tidak memiliki permasalahan, tetapi cara menghadapi masalah terhadap masing-masing orang berbeda-beda karena tingkat berpikir dan emosional sseorang pun berbeda.

Seorang narapidana akan lebih mudah mengalami stres, depresi, panik, malu, sedih dan hal-hal negatif lain karena kondisi terkungkung di penjara dan masa lalu yang kelam.

“Janganlah berlarut terhadap hal-hal negatif, segeralah berbenah, jangan makin terbenam sehingga makin tertutup kesadaran kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dan berguna dengan memunculkan kembali kapasitas diri”, tegas Agus memberi semangat.

Agus pun memberikan tips/ cara dalam memunculkan kapasitas diri tersebut yaitu dengan proses penenangan diri/ meditasi. bagaimanakah menuju proses meditasi tersebut??

“Setelah kita menyadari kepanikan, depresi, stres, dan segala rasa tidak nyaman yang mengganggu bahkan jika dilanjutkan akan dapat mengubah diri dan jalan hidup kita, maka cobalah mencari tempat yang tenang untuk bermuhasabah/ meditasi dengan menetralisir perasaan, menginvetarisir/ memetakan seluruh perjalanan hidup kita (apa saja yang pernah kita alami, hal-hal yang kelam) kemudian mencoba untuk berkawan dengan keadaan, memperbaikinya sehingga akan membuat kita menjadi tenang. Masalah memang tetap ada dan akan ada, tetapi dengan jiwa yang tenang maka pikiran positif pun akan muncul sehingga kita dapat mencari solusi bagi setiap permasalahan yang kita hadapi”, lanjut Agus.

Agus juga menambahkan bahwa suatu saat dalam proses menjadi manusia yang sadar dan baik, kita akan menemui titik persimpangan/ ambang kesadaran. Disitulah kita dituntut apakah kita akan memilih kembali menjadi manusia yang normal atau sebaliknya. “Niatkan untuk menjadi manusia yang lebih baik, berusahalah sekuat tenaga, buka kembali inventaris perjalanan hidup kita sebagai acuan dalam bersikap dan bertindak, lalui proses dengan keinginan untuk kembali pada kesadaran diri yang utuh. Jika proses tersebut dapat kita lalui, meskipun saya yakin tidak mudah, maka Tuhan tidak akan tinggal diam, Dia akan kembali memunculkan kapasitas-kapasitas diri kita yang selama ini terkaburkan oleh sikap dan perilaku negatif kita selama ini. Dan yakinlah….kita akan sangat menantikan munculnya kapasitas diri itu yang membuat kita menjadi manusia yang berdaya guna”, tegas Agus dalam memberi motivasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *