PELATIHAN OTOMOTIF TAHAP 2 UPAYA BAPAS MADIUN MENGANGKAT HARKAT DAN MARTABAT KLIEN
Madiun – Setelah Bapas sukses mengadakan bimbingan kemandirian berupa pelatihan otomotif selama 15 (lima belas) hari di SMK PGRI Ngawi, kembali Bapas mengadakan kegiatan serupa di 2 (dua) tempat yaitu di Ngawi bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Ngawi dan SMK PGRI Ngawi sedangka di Madiun, Bapas mengandeng pihak Politeknik Negeri Madiun untuk memberikan pelatihan dimaksud. Sinergi antara Bapas dan lembaga/ instansi lain ini perlu dilakukan agar dapat memberikan pelayanan dan fasilitas maksimal untuk kepentingan klien Pemasyarakatan.
Sebelum pelatihan otomotif dilaksanakan, pada hari Kamis (26/07) Klien yang akan mengikuti kegiatan diundang ke Bapas untuk diberikan pengarahan terlebih dahulu. Pemantapan ini dilakukan agar klien mengetahui dimana lokasi kegiatan, pukul berapa kegiatan dilaksanakan, apa saja yang nanti akan dilakukan, jadwal kegiatan, serta mengingatkan tentang kedisiplinan klien mengikuti pelatihan tidak lupa pula menekankan betapa pentingnya pelatihan ini bagi masa depan klien.
Pelatihan sendiri dilaksanakan pada hari Senin (29/07), untuk pelatihan di Ngawi diadakan selama 10 (sepuluh) hari sedangkan di Madiun diadakan hingga hari Jum’at (02/08). Perbedaan jumlah hari karena jenis pelatihan otomotif yang diadakan pun berbeda. Untuk di Ngawi lebih mendalam sedangkan di Madiun hanya diberikan pengenalan alat, bahan, komponenmesin, dasar-dasar kelistrikan, dan cara tune up mesin.
Klien yang seluruhnya pria tampak serius mendengarkan setiap arahan yang diberikan oleh para mentor dan tampak sangat bersemangat dalam mengikuti praktek pelatihan. Lebih antusias lagi karena di akhir pelatihan otomotif ini untuk klien yang mengikuti di Ngawi akan diberikan compressor sedangkan klien yang di Madiun akan diberikan toolkit. Harapannya semoga ilmu yang telah diperoleh dalam pelatihan ini dapat memberikan bekal yang efektif dan tepat guna sehingga klien tidak menjadi tuna sosial dan lebih berdaya guna saat menjalani re-integrasi di masyarakat.
KAMI PASTI!!!!!!



