Author Archives: bapas-madiun

PENYULUHAN HUKUM SERENTAK BAPAS MADIUN

Madiun – Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) mengadakan program Penyuluhan Hukum Serentak (Luhkumtak) di 33 kantor wilayah Kemenkumham yang bertemakan “Cerdas Hukum dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” dan menargetkan 1 juta orang mengikuti penyuluhan tersebut.

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Madiun sebagai salah satu unsur dari Kemenkumham turut mendukung aksi tersebut dengan melakakuan penyuluhan di SMU 1 Mejayan dan sebagai narasumber menggandeng pakat hukum Dr. Subadi SH, MHum dari Universitas Merdeka Madiun.

Aksi ini dilaksanakan untuk mewujudkan kemanfaatan hukum yang berkePASTIan dan menciptakan masyarakat cerdas hukum sihingga seluruh lapisan masyarakat siap dalam menghadapi era MEA.

Kegiatan penyuluhan ini resmi dibuka oleh Sigit Sudarmono (Kepala Bapas Madiun) dengan membacakan sambutan dari Menteri hukum dan Ham.

Dalam sambutannya melalui Kepala Bapas mengatakan bahwa agar seluruh masyarakat berkontribusi dalam menghadapi era MEA dan tidak hanya berpangku tangan serta dapat menjadi masyarakat yang cerdas hukum sehingga mampu menghadapi persaingan global.

“Kegiatan ini merupakan bentuk semangat gotong royong seluruh jajaran masyarakat agar mampu berkontribusi secara progresif dalam menghadapi “gempuran” di era ini, mengingat akan terjadi mobilisasi, tidak hanya barang dan jasa bahkan tenaga kerjapun akan berlalu lalang di “pasar ebas” ASEAN. Sebagai salah satu anggota ASEAN, negeri kita ini tercinta ini, tentunya menjadi salah satu tujuan yang sangat menjanjikan, karena potensinya yang sangat luar biasa, tidak hanya penduduknya yang berjumlah besar tetapi juga sumber daya yang menggiurkan”, ujarnya.

“Kegiatan penyuluhan hukum serentak yang kita laksanakan hari ini tentunya menjadi semangat tersendiri bagi kita untuk tidak hanya “berpangku tangan”, memandang dari kejauhan, membiarkan “negara tetangga” mengambil peran dalam pola-pola yang tidak dapat kita prediksikan. Kita harus mampu mengantisipasi dari berbagai aspek yang menyertai, sehingga tidak akan pernah ada dominasi yang dilakukan oleh pihak manapun yang memanfaatkan potensi diberlakukannya “Masyarakat ASEAN”, lanjutnya.

“Atas dasar pemikiran tersebut, maka Kemenkumham yang secara tugas dan fungsi mempunyai peran dalam pembentukan hukum, pembudayaan hukum, pelayanan hukum, penegakkan hukum dan pemajuan HAM bertanggung jawab mewujudkan kemanfaatan hukum dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Terkait hal ini peran berbagai pihak tentu sangat diperlukan, sehingga kemanfaatan hukum yang berkePASTIan dapat diwujudkan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pendidikan hukum bagi masyarakat, sehingga masyarakat menjadi cerdas hukum, yang pada akhirnya mampu menghadapi persaingan global yang semakin besar”, tambahnya.

Untuk itu Menteri Kemenkumham merasa perlu mengambil tindakan karena dirasa bahwa pengetahuan masyarakat dalam menghadapi MEA masih sangat minim, sehingga diadakanlah sosialisasi secara masif dari informasi yang paling sederhana sampai pada pemahaman secara utuh mengenai MEA.

Aksi ini serentak diadakan pada Kamis (28/1/2016) dari jam 9 hingga jam 11.30 WIB dan melibatkan 300 siswa kelas X SMU 1 Mejayan. Para siswa mendengarkan dengan serius dan penuh antusias dan di akhir acara diadakan doorprize bagi siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pihak Bapas untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami tentang MEA.

 

 

 

 

 

 

BIMBINGAN KEROHANIAN PEGAWAI JANUARI 2016

MADIUN (27/1) – Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME, Bapas Madiun kembali mengadakan bimbingan kerohanian bagi pegawai pada hari Rabu, 27 Januari 2016 yang diadakan setiap 1 bulan sekali di musholla Bapas.

Dalam sambutannya Kepala Bapas menyampaikan bahwa kegiatan kerohanian ini rutin diadakan agar pegawai dalam melaksanakan tugasnya tidak terlepas dari alur/ tata cara yang diatur dalam agama sehingga selalu dalam perlindungan Allah SWT. “Mohon agar pegawai dapat memahami apa yang disampaikan oleh Kyai dan memasukkannya ke dalam pikiran dan hati masing-masing, dan semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat untuk hidup kita sekarang maupun untuk selanjutnya”, ujarnya.

Sebelum ceramah, didahului dengan solat sunat berjamaah dhuha dan solat sunah berjamaah hajat. Sebagai penceramah adalah KH. Wiranto yang didatangkan dari Ponpes Al-Abror, Tegalarum, Magetan. Beliau menjelaskan tentang tata cara dalam melaksanakan solat hajat dan menjelaskan tentang makanan yang halalan toyyiban (makanan baik yang diperoleh dengan cara yang baik yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita). “Sebagai contoh kambing. Kambing halal dimakan tetapi tidak halalan toyyiban jika dimakan oleh orang yang menderita tekanan darah tinggi karena dapat memperparah si penderita, itulah arti sesungguhnya dari halalan toyyiban”, tegasnya.

Beliau menjelaskan agar makanan yang masuk kedalam tubuh haruslah makanan yang halalan toyyiban agar dapat membawa pengaruh yang baik bagi batiniah dan lahiriah manusia sehingga pekerjaan yang dilakukan juga dapat selesai dengan sempurna. “Jauhkan diri kita dari hal-hal yang haram yang dapat merusak jiwa, karena sejatinya tiap-tiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta untuk mempertanggungjawabkan perbuatan masing-masing dan hanya 3 amal yang dapat menolong bagi orang-orang yang beriman, yaitu amal jariyah, anak yang soleh, ilmu yang bermanfaat”, tambahnya.

Di akhir ceramah, beliau mengingatkan agar kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita karena semakin hari umur tidak bertambah tetapi justru makin berkurang. Ceramah diakhiri setelah datang adzan dhuhur dan dilanjutkan dengan solat dhuhur berjamaah.

 

 

 

BIMBINGAN KEMANDIRIAN – KAPAL BAMBU

Madiun (20/1) – Rabu, 20 Januari 2016 Bapas Madiun kembali mengadakan kegiatan bimbingan kemandirian membuat kapal dari bahan dasar bambu. Sebagai narasumber didatangkan dari klien Bapas sendiri yang memiliki keahlian dan ketrampilan tersebut yaitu Suprapto. Bimbingan kemandirian ini dilaksanakan dalam rangka mmenuhi program kerja yang telah dibuat oleh Bapas Madiun untuk Tahun Anggaran 2016.

Harid dalam kegiatan tersebut Sigit Sudarmono (Kabapas) selaku pembina, Andik Surasa (Kasubsi BKD) selaku penanggung jawab kegiatan, serta 30 peserta yang merupakan klien dari Bapas Madiun. Kegiatan dilaksanakan di Aula lt. 2 Bapas Madiun dan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Dalam sambutannya sigit mengatakan bahwa kegiatan bimbingan kemandirian ini selayaknya dapat dilaksanakan secara kontinu dan berkesinambungan karena sangan bermanfaat. Peserta mendapat ilmu, pengetahuan, dan ketrampilan baru yang mungkin saja suatu saat nanti dapat digunakan sebagai bekal hidup.

“Jika nanti ada klien yang memiliki kemampuan ataupu keahlian baik di bidang serupa atau dibidang lain yang ingin di-sharing kepada teman-teman atau klien Bapas dapat menginformasikan kepada petugas pembimbing kemasyarakatan (PK) masing-masing. Kami selaku pembimbing akan berusaha mewadahi dan menindaklanjuti dalam bentuk bimbingan kemandirian seperti ini. Karena bimbingan kemandirian seperti ini tidak harus mengambil narasumber dari luar tetapi dapat juga dari klien yang memiliki keahlian tertentu karena pada dasarnya bimbingan ini dilaksanakan dari kita dan untuk kita”, tambahnya.

Peserta sangat antusias dan serius mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh Suprapto dan mempraktekkan setiap arahan darinya. Kegiatan dibagi menjadi 4 kelompok dan pada akhirnya masing-masing kelompok dapat membuat 1 kapal berbahan dasar bambu, meskipun belum halus pembuatannya tetapi peserta dapat lebih mengasah kemampuannya dengan sering melatih membuat. Selain itu, bahan bambu ini tidak hanya dapat digunakan untuk membuat kapal saja tetapi dapat digunakan untuk membuat apa saja sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Bimbinngan kemandirian ini ditujukan untuk memberikan langkah awal atau dasar dalam membuat sesuatu sesuai dengan keinginan pembuat.

APEL DEKLARASI JANJI KINERJA TAHUN 2016

Madiun (4/1)- Bertempat di Lapangan dalam Lapas Klas I Madiun pada hari Senin tanggal 04 Januari 2016 diselenggarakan Apel Deklarasi Janji Tahun 2016 yang dipimpin oleh Kalapas, Asep Saeful Anwar. Apel diikuti oleh seluruh Pejabat dan pagawai UPT Pemasyarakatan se-Karisidenan Madiun.

Apel didahului dengan pembacaan Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2016 yang dipimpin oleh Mashudi, Kabid Pembinaan Lapas Klas I Madiun dan diikuti oleh seluruh peserta apel.

Isi Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2016 :

1. Kami berkinerja Profesional

2. Kami berkinerja Akuntabel

3. Kami berkinerja Sinergi

4. Kami berkinerja Transparan

5. Kami berkinerja Inovatif

Setelah pembacaan Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2016 dilanjutkan oleh sambutan Menkumham yang dibacakan oleh pemimpin apel.

Asep dalam arahan tertulis Menkumham mengatakan saatnya membenahi pembentukan hukum.

“Tentunya dengan memperkuat fungsi legislasi pemerintah untuk menghasilkan produk legislasi yang solutif, berpihak pada kepentingan masyarakat, pelibatan masyarakat dalam proses legislasi, serta menyediakan akses terhadap seluruh proses dan produk legislasi sehingga produk hukum yang kita hasilkan adalah produk hukum yang memiliki kemanfaatan hukum yang berkePASTIan, pesan Menkumham.

“Dibidang pelayanan hukum, titik tekannya pada ketepatan dan kemudahan bagi publik, jangan ada lagi diskriminasi dan manipulasi. Stop kolusi dan korupsi. Optimalisasi penggunaan teknologi informasi akan menjadi solusi, ujarnya.

Nilai-nilai PASTI yang merupakan akronim dari profesional, akuntabel, sinergi, transparan, inovatif diyakini akan melahirkan semangat kinerja, khususnya semangat bersinergi yang merupakan pengejawantahan dari semangat gotong royong.

“Mari jadikan nilai PASTI sebagai dasar kita bekerja dan berkinerja di tahun 2016 sehingga keterbatasan sumber daya bukan lagi menjadi suatu penghalang tetapi menjadi peluang untuk berinovasi”, tegasnya.

Di akhir sambutannya, Menkumham mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran Kementerian atas kerja keras dan kerja cerdasnya dengan semangat ikhlas untuk tugas yang tuntas dan berkualitas.

“Saya juga mengucapkan selamat menyongsong tahun baru 2016, semoga Tuhan Yang Maha Perkasa senantiasa melindungi kita semua”, pungkasnya.

Melalui pencanangan deklarasi ini, seluruh pejabat diarahkan menjadi Aparatur Sipil Negara yang SMART, yang mampu bersaing dengan kondisi perkembangan zaman yang semakin maju dan berskala Internasional yaitu Kementerian Hukum dan HAM menuju kelas dunia.

 

PEMBINAAN KEROHANIAN BAGI PEGAWAI BAPAS MADIUN

Madiun – Dalam rangka peningkatan keimanan dan ketaqwaan pegawai kepada Tuhan YME, Bapas mengadakan pembinaan kerohanian bagi pegawai, Rabu (17/12/2015)

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB bertempat di Musholla Bapas dan didahului dengan sholat dhuha berjamaah. Sabagi pemberi tausiah, Bapas menghadirkan Ustad Pujianto dari Kementerian Agama.

Sigit Sudarmono selaku Kabapas mengatakan “Dengan adanya siraman rohani untuk pegawai dapat memberikan manfaat buat diri sendiri maupun terhadap kinerja pegawai di Bapas sehingga tercipta lingkungan kerja yang kondusif. Diharapkan pegawai dapat menyerap apa yang akan disampaikan sebagai bekal hidup dan tambahan ilmu serta dapat membuat hati semakin tenang sehingga pekerjaanpun dapat bernilai ibadah dan terselesaikan dengan baik”.

Ustad Pujianto memberikan tausiah mengenai hati. Bahwa penyebab rusaknya hati adalah iri dengki sehingga hati menjadi gersang, lupa (sudah tidak ingan Allah).

Beliau mengatakan bahwa yang dapat merusak hati adalah mempunyai hati tetapi tidak digunakan, diberi mata tetapi tidak meliha tanda-tanda kebesaran Allah, punya telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengarkan firman-firman Allah, mempunyai teman yang buruk, mengijinkan kemaksiatan merajalela.

Agar hati menjadi bersih, Beliau memberikan solusi yaitu makrifat (mengingat Allah), ingat mati, hidup untuk mencari ridho Allah, mengingat kiamat, dzikir dan istighfar, membaca Al-Qur’an (memahami makna), mendatangi orang sholeh dan saling mengingatkan.

Tausiah berjalan dengan khidmat, pegawai mendengarkan dengan serius dan antusias. Menjelang dhuhur tausiah ditutup dan dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah.

 

KEMERIAHAN UPT KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SE-KARISIDENAN MADIUN MENYAMBUT HARI DHARMAKARYADHIKA

Sebanyak 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Karisidenan Madiun (Lapas Klas I Madiun, Lapas Narkotika, Bapas Klas II Madiun, Imigrasi Klas II Madiun) mengadakan pertandingan persahabatan dan kegiatan sosial dalam rangka turut memeriahkan hari jadi Kementerian Hukum dan HAM RI (hari Dharmakaryadhika) yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2015.

adapun 3 pertandingan yang dilombakan yaitu volly putra dan putri, tenis meja putra, dan gaple putra. Pertandingan diadakan dalam kurun waktu 2 minggu dan dipilih pada saat hari olahraga (Selasa dan jum’at) agar tidak mengganggu jam dinas pegawai.

Hasil rapat panitia menetapkan lapangan Imigrasi sebagai tempat berlangsungnya pertandingan volly dan aula Imigrasi sebagai tempat berlangsungnya pertandingan tenis meja dan untuk finalnya dilaksanakan di Bapas. untuk pertandingan gaple dilaksanakan di Lapas Klas I Madiun.

ketiga pertandingan tersebut berlangsung seru, penuh semangat, dan sportivitas yang tinggi antar sesama pemain. Para suporter pun tidak mau kalah dalam mendukung timnya masing-masing dengan penuh antusias.

Kemengan volly putra untuk juara I, II, III berturut-turut diraih oleh lapas Klas I Madiun, Bapas Madiun, Lapas Narkotika. Untuk tim volly putri juara I, II, III berturut-turut diraih oleh Lapas Klas I Madiun, Lapas Narkotika Madiun, Imigrasi Madiun. Kemenangan tenis meja putra diraih oleh Lapas Klas I Madiun, disusul Imigrasi Madiun kemudian Bapas Madiun. Sedangkan untuk pertandingan gaple putra kemenangan kembali diraih oleh Lapas Klas I Madiun kemudian disusul oleh Lapas Narkotika dan Bapas Madiun.

Sedangkan kegiatan sosial yang dilakukan adalah pembangunan sumur untuk beberapa desa yang mengalami kekeringan karena kemarau panjang yang menahun. Dana yang diperoleh merupakan sumbangsih seluruh pegawai UPT se-Karisideanan Madiun (Lapas Klas I Madiun, Lapas Narkotika Madiun, Lapas Klas IIb Ngawi, Rutan Ponorogo, Rutan Magetan, Rutan Pacitan, Bapas Madiun, Imigrasi Madiun). Kegiatan sosial lainnya adalah donor darah yang dilaksanakan bertepatan dengan final pertandingan volly, bertempat di Bapas Madiunyang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. Dari donor darah tersebut terkumpul sebanyak 33 kantong darah langsung diserahkan ke pihak PMI.

Tanggal 30 Oktober 2015 sebagai puncak acara diadakan upacara Hari Dharmakaryadhika di lapangan upacara Imigrasi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh UPT se-Karisidenan Madiun. Petugas upacara merupakan perwakilan dari masing-masing UPT. Pelaksanaan upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib.

Sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penutup serangkaian acara yang telah diselenggarakan, diadakan acara silaturahim antar UPT se-Karisidenan Madiun yang bertempat di Lapas Klas I Madiun. Acara diawali dengan jalan santai pegawai beserta keluarga, kemudian dilanjutkan pembagian hadiah dan pembagian doorprize kepada para pegawai dan keluarganya yang beruntung serta disediakan panggung kecil bagi pegawai ataupun keluarganya yang ingin menyumbangkan suara emasnya dalam rangka turut memeriahkan suasana. Acara berlangsung dengan tertib dan aman serta penuh dengan semangat kekeluargaan.

SOSIALISASI FORMAT LITMAS

Tim Balai Pemasyarakatan Kelas II Madiun hari ini melaksanakan kegiatan Sosialisasi Format Litmas Terbaru di Lapas Kelas IIB Ngawi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lapas Ngawi. Hadir dalam kegiatan ini Pejabat Sruktuktural dan para wali pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Ngawi. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 10.00 Wib dengan dibuka oleh Kepala Seksi Bimbingan Kerja Mas Indra Prawoto dan dilanjutkan oleh Kepala Bapas Kelas II Madiun Sigit Sudarmono . Dalam sambutannya Mas Indra Prawoto yang mewakili Kepala Lapas mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapas yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pencerahan kepada para wali pemasyarakatan sehingga para wali mempunyai gambaran tentang pembinaan ke depan dan kebutuhan dalam proses pembinaan lebih lanjut dengan harapan agar petugas Lapas dan PK Bapas mempunyai pemahaman yang sama. Dalam sambutannya Sigit Sudarmono menjelaskan peran Bapas dalam proses pembinaan WBP sampai WBP menjadi klien Bapas . Setelah sambutan Kabapas di lanjutkan paparan tentang format litmas terbaru berdasarkan surat edaran dari Ditjen Pemasyarakatan oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Dewasa Andik Surasa. Setelah pemaparan litmas dilanjutkan Tanya jawab oleh wali pemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk menyamakan persepsi tentang proses litmas dan data dukung litmas sehingga memudahkan pembimbing kemasyarakatan dalam memberikan rekomendasi dalam Penelitian Kemasyarakatan.

1 6 7 8 9 10 12